-
Sarang Angin
Rabu, 19 April 2017
Seperti hari yang selalu ku jelang
Dengan menggiring angin untuk selalu kembali ke sarangnya
Berharap angin masih diberi kesempatan
Untuk pulang ke tempat dimana ia harus kembalidi April 19, 2017 | Label: Sajak | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Nama
Kamis, 13 April 2017
Deretan abjad acak lama-lama kian terbentuk
Terangkai nama
Seperti menuntun rindu yang hilang arah
lama-lama ditemukannya jalan kembali
Pulang
entah
Apakah kutemukan pula namaku dalam aksaramu?di April 13, 2017 | Label: Sajak | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Apakah kelak aku adalah anginmu
yang menukarkan api jadi jingga
yang semburat di cakrawala penghujung senja
tanpa mendesirkan kehilangan
dari rinduku yang lebamdi April 13, 2017 | Label: Sajak | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Malam beranjak
Langit sudah tak menyisakan apa-apa lagi
Selain bayanganmu
Bidi April 13, 2017 | Label: Sajak | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Sesore ini tapi awan-awan masih melukiskan wajahmu
Kemudian gerimis turun
Wanginya seperti memaksaku meluruh
Dan berjatuhan menjadi titik-titik gerimis
Di kaca jendelamudi April 13, 2017 | Label: Sajak | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Kenapa hati tidak sekuat itu menampung rasa yang bergemuruh menjadi badai,
Kemudian lama-lama tergenang di pelupuk mata
Lalu jatuh menjadi bulir-bulir kesedihan
Yang hanya bisa kupunguti repih-repihnya
Kemudian aku tau, sesak di dada ini adalah bukti
Bahwa hati sedang tidak bercanda menguji tuannyadi April 13, 2017 | Label: Sajak | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Ada rumah di kepalaku
tempat dimana aku menempatkanmu
di ingatan terbaikku
(hidemeondsky)di April 13, 2017 | Label: Sajak | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Matahari tenggelam
Para petani telah pulang
tapi seseorang masih sibuk memanen sesuatu
mungkin masa lalunyadi April 13, 2017 | Label: Sajak | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |