Kenapa hati tidak sekuat itu menampung rasa yang bergemuruh menjadi badai,
Kemudian lama-lama tergenang di pelupuk mata
Lalu jatuh menjadi bulir-bulir kesedihan
Yang hanya bisa kupunguti repih-repihnya
Kemudian aku tau, sesak di dada ini adalah bukti
Bahwa hati sedang tidak bercanda menguji tuannya
-
Ujian
Kamis, 13 April 2017
di April 13, 2017 | Label: Sajak | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
0 komentar:
Posting Komentar